KembaLi..

Leave a comment

Hai, saya kembaLi dengan jati diri yang baru.. :D

 

Ya ampun, pasti nih bLog uda banyak tanaman jagung dimana-mana. Saking tebelnya debu karena sudah sekian Lama tidak dijenguk oLeh pemiLik *nah Lho!

Dan saya kembaLi ! Dengan segaLa banyak haL yang sudah saya miLiki *sebutin ahh~ Laptop baru, hape baru, prestasi baru, teman baru, Lingkungan baru, amanah baru dan dan dan.. pribadi yang baru ;)  Namun masih ada banyak haL yang juga tidak berubah alias tetap! *sebutin Lagi ahh~ KeLuarga, saudara, sahabat, berat badan, tinggi badan, karakter khas, bentuk wajah, sepeda motor, tas ranseL, nomer telepon dan dan dan dan banyak.. Saya kembali dengan banyak coretan mimpi yang berhasiL saya wujudkan. Saya kembali dengan cukup banyak wawasan yang berhasiL saya dapatkan. Saya kembali dengan kesombongan besar akan ideaLis dalam diri saya. Saya kembaLi, kembaLi ke dunia tempat saya berbagi. :)

Puisi : Bukan, Sekedar Pahlawan!

3 Comments

Ini puisi yang aku kirim buat ikut Lomba dadakan demi pengen dapetin hadiahnya, tapi sayang, saya gagaL :)

Bukan, bukan di medan perang pahlawanku berjuang..

Tapi hanya dalam sepetak tanah penuh kasih sayang, hanya itu..

Bukan, bukan dahulu kala pahlawanku berjaya..

Tapi sepanjang masa tiada terhingga, meski tanpa nyawa..

Yah, dialah seketaris untuk loker konsultasi hidupku..

Hanya itu? Bukan..

Dia adalah pengacara yang selalu siap mempertahankan argumenku..

Dan dia juga peredam nomor satu suara amarahku..

Bukan, bukan hanya itu..

Apa kau tahu?

Aku pintar, karena dia seorang guru privatku selama dan hingga bertahun-tahun..

Dan aku tumbuh sehat, karena dia adalah juru masak demi kecukupan giziku..

Bukan, itu hanya sepenggal..

Di negeriku, dia menjabat menteri keuangan yang banyak memberiku uang lembur..

Dan, di panggung sandiwara, dia berperan sebagai sinden kegembiraan yang memancing tawaku..

Apakah dia pahlawan?

Bukan, hanya, seorang pahlawan..

Dia hanya seorang bunda yang sangat luar biasa..

Dan dalam setiap langkah, aku selalu merasa dia ada..

Bunda!

 

Namanya Pak Yanto…

3 Comments

Waktu itu aku lupa tanggal berapa, tapi yang paling tidak pernah bisa aku lupa adalah :

Tugas PMS membuatku gila. Baru saja pulang kuliah harus menuju asrama ITS guna mencari secercah jawaban dari teman-teman. Namun sebelumnya aku makan malam dengan seporsi krengsengan dan es teh di warung 57 bersama teman setia, Aa’. Baru seperempat aku menikmati makanku, tiba-tiba datanglah seorang bapak yang menanyakan harga teh hangat pada penjual warung. Dua ribu harga teh hangat yang akhirnya membuat sisa uang bapak itu menjadi dua ribu rupiah juga. Kemudian bapak itu menanyakan dimanakah terminal bratang. Dan ia menceritakan bahwa dia sedang mencari anaknya di Surabaya yang sudah sekian bulan pergi mencari kerja, sampai akhirnya ketika oper dari angkutan uang 50ribu milik bapak ditipu oleh sang supir (semoga supir ini mendapat balasan dari Allah). Karena tidak punya uang bapak itu berjalan dari kenjeran sampai area keputih dan akan melanjutkan ke terminal bratang. Uhh~ Hilang sudah selera makanku. Dan bapak tersebut berlalu. Ada yang mengguncang hatiku.

Aku memutuskan untuk pulang, namun baru saja beranjak aku menangis. Merasakan dosa terdalam. Serasa ada yang memanggil hatiku secara paksa. Aku memaksa aa’ mencari bapak itu. Aku yakin pasti belum jauh. Dan aku ambil rute menuju terminal bratang. Dan aku panik dan sontak berucap, “Kita harus nemuin bapak itu a’, demi Tuhan harus ketemu!”. Aku pun menoleh ke kanan-kiri jalan mencari sosok bapak itu. Dan, di depan UHT kupapas beliau dari depan. Wajahnya mulai takut dan panik, sampai akhirnya..

“Bapak yang tadi beli teh anget ya? Bapak nyasar?”

“Oh, iyaa mbak.. Saya mau pulang, saya lagi nyari anak saya, tapi uang saya diambil supir yang bohongin saya. Tinggal ini.”

“Bapak namanya siapa? Saya iis dan ini yusuf..”

“Saya Pak Yanto..”

“Bapak rumahnya dimana? Klo naik bis berapa harganya pak?”

“di Nganjuk mbag, mungkin 3ribuan mbag..”

Aku ingat uangnya bapak tinggal 2ribu, aku berniat memberikan uang yang aku bawa

“Ini saya ada uang buat bantu bapak, cuma 20ribuan sih pak.. Semoga cukup! Bapak mau ke terminal ya? Biar dianter yusuf ya pak?”

“Makasih banyak mbag (berkaca-kaca), sudah saya jalan aja.. Kurang ajar saya klo sudah dikasi uang malah dianter juga”

Aku dan Pak Yanti saling menego, namun akhirnya aku mengeluarkan jurus pemaksaan..

“Saya dosa klo biarin bapak sendiri, pokoknya bapak dianter sama yusuf. Harus pokoknya..”

“Trus mbagnya sama siapa?”

“Saya mau ke kampus, deket kok pak. Biar saya jalan aja :)

Ehh~ Malah bapaknya ngancem.

“Klo gtu saya ndak mau mbag, mbag dianter dulu aja”

Dan akhirnya aku mengalah, “Yaudah biar saya dianter dulu ya pak? Tapi bapak janji nunggu disini ya? Jangan kemana-mana..”

“Iya mbag, saya disini.. Janji kok! Mbag jangan Lupa klo ke terminal Nganjuk cari warung pecel pak Yanto :)

Aku mengangguk, “Iyaa pak :)

Setibanya di depan asrama aku meminta aa’ untuk bergegas mengantar bapak itu. Dan memberi petuah agar memaksa bapak itu untuk diantar sampai terminal Bungurasih bukan bratang. Tapi apa yang terjadi selama perjalanan…

“Sampai terminal bungur aja ya pak?”

“Jangan mas, kejauhan. Terminal bratang saja saya sudah sangat terimakasih”

“Gag papa kok pak, biar sekalian”

“Mata saya gag kuat klo kena angin mas, masnya juga harus buruan jemput mbagnya, sudah malam”

Setibanya di terminal bratang..

“Makasih mas, salam buat mbagnya”

Pak Yatno, dengan ancamannya, petuah, bahkan mengelak dengan alasan mata perih. Tulus! Dan akan aku ingat, di terminal Nganjuk nanti akan kucari warung pecel itu..

Thanks Aa’, The Hero is you!

;)

 

Semakin dekat dengan PIMNAS !

2 Comments

Kamis, 5 Mei 2011

Berawal dari ajakan Mas Didin buat gabung di PKM GT, ternyata menjadi langkah awal. Bayangkan, saya yang notabene kagak suka sama yang berhubungan dengan karya ilmiah, jadi makin dalam terperosok. Yah, mumpung ada kesempatan apa salah coba-coba. Dan percobaan tersebut diberkati Allah SWT.

Setelah menjuarai Lomba PKM GT tingkat Jurusan Statistika bersama Mas Didin, Mas Ary dan makalah “Daun Putri Malu” kami, cukup bangga berada di posisi ketiga.  Ternyata masih berlanjut, kami kembali menjuarai peringkat ketiga Lomba PKM GT tingkat Fakultas MIPA dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Statistika *nah lho! Yang juara 1 dan 2 kagak masuk, aneh kan?. Masih bersambung, “Daun Putri Malu” kami masuk 15 besar PKM GT tingkat ITS. Dan lagi-lagi rekan-rekan kami yang mengungguli kami di tingkat jurusan maupun fakultas tak kami temui lagi di tingkat kampus *nah lho (lagi)! sangar kan?.

Semangat kami pun terpacu, masih ada obsesi dalam hati. Sempat kesal ketika terjadi sedikit problem dalam presentasi kami di tingkat ITS. Namun, kami tetap menanamkan keyakinan dalam hati. Doa, usaha, maka yang terbaik akan diberikan Allah SWT bagi kami.

Malam penutupan PIMITS (Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS) kami akan mendengarkan pengumuman berbagai macam perlombaan yang diadakan. Salah satunya adalah Lomba PKM GT. Jujur dalam hati saya tak berharap banyak, paling mentok juara 3. Banyak keajaiban tapi bagi kami. Buktinya di jurusan dan fakultas meskipun kami juara 3 namun jadi satu-satunya yang lolos ke tahap lebih tinggi. Makin berat di tingkat ITS, saingannya anak-anak teknik. Tapi kami punya strategi khusus, yakni melakukan gencatan di kecakapan presentasi. Tatkala nama PKM GT kami dibacakan pertama saya langsung mbatin : tuh kan juara 3 lagi, alhamdulillah deh! . Eh lhadalah, ternyata saya salah dengar. Yang benar kami juara 1 Lomba PKM GT tingkat ITS. Bangganyooo! Kagak nyangkoooo! Gag rugi sering debat sama Mas Didin kalo hasilnya sangat memuaskan bagi kami. Alhamdulillah! Rencana-Mu selalu indah Tuhan, tak diduga, tak dikira, tak disangka, dan tak selalu dari yang kusuka. :D

Tak berhenti sampai sini..

Karena kami masih berharap besar dan kami masih punya mimpi bahwa kami mampu menembus PIMNAS 2011 di Makasar !

Doa, usaha dan KEYAKINAN!! :D

Doakan dan dukung kami..

Amieeenn :)

Bandung, aku Mahasiswa STATISTIKA!

5 Comments

Kamis, 28 April 2011

Hari yang membuat saya agak bloon sebenarnya! Dengan semua kesibukan yang ada, malam itu menjadi malam paling kontroversional..

∑21 dilahirkan setelah 9 bulan melalui proses pengkaderan, dan hebohnya lagi kejadian malam itu layaknya sebuah penggeseran orde baru Pak Harto.. Rumit! Tapi paling tidak ada banyak hal yang bisa dipetik dari kejadian malam itu, “Bukan apa yang saya dapat malam ini, tapi apa yang akan saya lakukan setelah malam ini. Saya ∑21.082.”

Besok, saya berangkat ke Bandung membawa nama Statistika ITS dan status saya yang baru, warga Sigma.. :)

Jumat, 29 April 2011

Persiapan menuju Bandung. Sebagai salah satu delegasi ITS, dan satu-satunya delegasi tercantik *hey! setuju donk!, bersama Pak Kahima, Mas Rafsan 2008, Mas Fadli 2009 *ini bagian birokrasi perjalanan kami :D , dan Novan 2010.  Kami berempat berangkat dari stasiun gubeng dengan KA Mutiara Selatan (bisnis) pukul 17.00 dan harus duduk dalam kereta selama kurang lebih 12 jam. Tentu saja selama diperjalanan ada banyal hal yang disharingkan, apalagi saya sebagai warga baru yang juga harus mengenal orang nomor satu di himpunan, kapan lagi bisa korek-korek informasi, haha :D :D

Sabtu, 30 April 2011

Kami tiba sekitar pukul 08.00 dan langsung bergegas mandi karena delegasi ITS sudah dinanti untuk sidang, karena sesungguhnya kawan, sidang telah dimulai pada jumat malam. Maka berlangsung lah Mukernas XII IHMSI (Ikatan Himpunan Mahasiswa Statistika Indonesia) yang dihandle oleh teman-teman dari Universitas Islam Bandung sebagi penyelenggara.

Dan teman-teman yang hadir adalah Universitas Andalas, Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Hassanudin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Islam Bandung, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Akademi Ilmu Statistik, dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik. Bangga rasanya menjadi salah satu dari mereka. Berkumpul dengan teman-teman dari seluruh penjuru negeri. Dan rapatpun berlangsung hingga pukul 02.00 dini hari Minggu

Minggu, 1 Mei 2011

Diawali dengan apel pagi dan acara penutupan. Kemudian persiapan menuju wisata belanja Chiampelas dan pulang. Setelah packing dan berada di bis. Ada suprise tak terduga. Dengan wajah pucat pasi Mas Fadli, saya mengetahui bahwasanya terdapat kesalahan penulisan pada tiket kereta kami yang seharusnya membawa kami pulang ke Surabaya pukul 17.00. Dalam tiket tersebut tertulis Surabaya-Bandung bukan Bandung-Surabaya. Walhasil saya pun ikut pucat pasi. Tapi untunglah, kesalahan penulisan itu bisa dibenarkan dengan membayar 25% dari harga tiket. Kami pun segera menuju stasiun Bandung tanpa sempat membeli oleh-oleh di Chiampelas karena mengejar waktu, takutnya macet. Akhirnya, duduk lah kami selama kurang lebih 12 jam lagi.

Munas XI bakal dilaksanain di ITS, paling tidak ada hal yang kami pelajari untuk persiapan tersebut. Alhamdulillah juga Badan Usaha wilayah IV terwakili ITS dengan PJ-nya saya sendiri. Semoga bisa mempertanggungjawabkan dan sukses nantinya! Amiieenn.. ;)

Older Entries